Kadang-kadang

Kadang-kadang kita lupa,
bercakap bukan sekadar bercakap,
mendengar bukan sekadar mendengar,
tetapi kita sebenarnya sedang mencari jalan penyekesaian,
mencari persefahaman,
kita sedang meluahkan perasaan, isi hati,
dan keinginan untuk difahami..

Tanpa menyedari kite sudah pun bertemu
dengan pengisi kekosongan
dan peganti tempat kita mengadu..

2 comments:

Ca' Roni said...

kadang-kadang tanpa sadar
langkah, ucap, tingkah,mengalir
bak air.
menelusuri lorong-lorong hulu ke hilir
menuju muara.
dan hidup seolah mengalir bagaikan filisofi air.

di pori2 langkah kadang ada kesadaran
kadang kesadaran hanya bisa berenang-renang dalam ruang yang hampa.

seolah kehidupan hanya rutinitas belaka
tanpa sepenuhnya bermakna.
bukannya tak bermakna
namun otak dan hati tak bisa merekam kekuasaan ILAHI.
karena begitu besar ke MAHAANNYA.
dan manusia hakikatnya tempat lupa dan salah.

tatkala lupa menjadi ingat
bercakap bukan sekedar bercakap
mendengar bukan sekedar mendengar
itulah kesadaran yang harus terpancar dalam nurani.
bukan untuk Tuhan
karena Tuhan maha atas kesadaran
bukan untuk mu
bukan untuk kita
tapi untuk hidup
hidup kita
hidup mu
hidup untuk saling mengisi atas kekosongan,
hidup untuk saling memberi kemanfaatan.

(assalamu'alaium.
salam kenal & jika ada waktu berkehendak,
kunjungi blog saya.
untuk saling memberi kemanfaatan)

affan said...

bgus puisi yg awak buat nie
persamaan kte mmg sama

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...